Tidak semua orang memulai hidup dengan kemudahan.
Sebagian harus memulai dengan perjuangan—bahkan sejak usia yang sangat muda.
Anas Rosari, Amd. Kep., adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Ia lahir di keluarga sederhana, di mana pendidikan bukanlah sesuatu yang bisa didapat dengan mudah. Setelah lulus SD, ia tidak bisa hanya fokus menjadi seorang anak yang belajar. Ia harus mulai bekerja, demi satu tujuan yang sederhana namun begitu berarti: agar tetap bisa sekolah.
Di usia ketika anak-anak lain masih bermain, ia sudah belajar tentang tanggung jawab. Bukan karena ingin lebih dewasa, tapi karena keadaan memaksanya untuk bertumbuh lebih cepat.
Kesempatan yang Dibayar dengan Pengabdian

Perjalanan Anas berubah ketika kepala sekolah SMP-nya memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Namun kesempatan itu bukan tanpa tanggung jawab.
Selama masa sekolah, ia membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga di lingkungan kepala sekolah. Ia mencuci, menyapu, mengepel, memasak, hingga mengangkut air setiap hari.
Tidak ada yang melihatnya sebagai pengorbanan besar saat itu.
Namun bagi Anas, setiap pekerjaan yang ia lakukan adalah bagian dari perjuangannya untuk masa depan.
Ia memahami satu hal penting sejak usia muda:
kesempatan harus dijaga dengan kerja keras.
Dengan ketekunan dan ketabahan, ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga lulus SMA.
Memulai dari Bawah di Dunia Kesehatan

Setelah lulus SMA, Anas melamar pekerjaan di RS Sint Carolus Jakarta sebagai Tenaga Penunjang Keperawatan. Tugasnya adalah membantu para perawat dalam menjalankan pelayanan kepada pasien.
Ia tidak memulai dari posisi tinggi. Ia memulai dari posisi yang paling dasar. Namun ia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.
Ketulusannya dalam bekerja tidak luput dari perhatian.
Dua tahun kemudian, ia mendapatkan kesempatan luar biasa: Rumah Sakit Sint Carolus memberikan tugas belajar dan membiayai pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Sint Carolus Jakarta dari tahun 1998 hingga 2001.
Kesempatan itu bukan hanya mengubah status pendidikannya.
Kesempatan itu mengubah arah hidupnya.
Ia tidak lagi hanya membantu pelayanan kesehatan. Ia menjadi bagian dari tenaga kesehatan profesional.
Ujian Kehidupan yang Menguatkan, Bukan Melemahkan

Anas terus mengabdi di RS Sint Carolus hingga tahun 2009. Namun dalam perjalanan hidupnya, ia menghadapi ujian yang tidak mudah.
Saat melahirkan anak ketiganya, ia mengalami perdarahan hebat yang mengharuskannya menjalani bedrest dan berhenti bekerja sementara waktu.
Di titik itu, ia harus memilih untuk fokus pada pemulihan dan keluarganya.
Bagi sebagian orang, berhenti bisa menjadi akhir.
Namun bagi Anas, itu hanyalah jeda.
Karena seseorang yang terbiasa berjuang, tidak pernah benar-benar berhenti. Ia hanya mempersiapkan langkah berikutnya.
Kembali Bangkit, dan Kini Memimpin

Pada tahun 2015, Anas kembali ke dunia kesehatan. Kali ini, bukan lagi sebagai tenaga penunjang, melainkan sebagai Kepala Ruang di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat, rumah sakit tipe C.
Perjalanan yang dimulai dari bawah, kini membawanya pada posisi kepemimpinan.
Tidak berhenti di sana, pada Februari 2018, ia melanjutkan pengabdiannya di Primaya Hospital Bekasi Timur, rumah sakit tipe B, dan hingga saat ini masih aktif memberikan kontribusi di sana.
Setiap posisi yang ia capai adalah hasil dari konsistensi, integritas, dan ketahanan mental yang dibentuk oleh perjalanan hidupnya.
Leadership yang Lahir dari Pengalaman Nyata

Hari ini, Anas Rosari, Amd. Kep., tidak hanya menjadi tenaga kesehatan profesional. Ia juga menjadi bagian penting dari Pro Healthcare di Prommunity, sebagai sosok yang tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk karakter kepemimpinan yang kuat.
Ia memahami bahwa dunia kesehatan bukan hanya tentang ilmu.
Ini tentang empati. Tentang ketahanan. Tentang kemampuan untuk tetap hadir bagi orang lain, bahkan ketika hidup sendiri tidak mudah.
Leadership yang ia miliki bukan dibentuk oleh jabatan semata.
Leadership itu dibentuk oleh perjalanan panjang, pengorbanan, dan ketekunan.
Ruang Bertumbuh untuk Setiap Orang di Prommunity
Kisah Anas adalah bukti bahwa setiap orang memiliki potensi untuk bertumbuh dan memimpin.
Di Prommunity, setiap individu diberikan ruang untuk berkembang melalui berbagai sub-komunitas sesuai dengan minat dan jalannya masing-masing:
Pro Healthcare — bagi mereka yang ingin bertumbuh dan memberikan dampak di dunia kesehatan.
Pro Startup — bagi mereka yang ingin membangun bisnis dan menciptakan peluang.
Pro Creator — bagi mereka yang ingin menyampaikan ide, membangun personal branding, dan menginspirasi melalui karya.
Dan bagi mereka yang ingin benar-benar mempraktikkan leadership secara nyata, Official Pro Campus adalah tempat di mana leadership dibentuk secara langsung.
Di Official Pro Campus, setiap member tidak hanya belajar teori. Mereka belajar memimpin member lain, mengambil tanggung jawab, dan bertumbuh melalui kurikulum leadership yang jelas dan terstruktur.
Karena leadership sejati tidak lahir dari kenyamanan.
Leadership lahir dari proses bertumbuh.
Karena Perjalanan Besar Selalu Dimulai dari Langkah Kecil
Kisah Pro Anas Rosaripernah menjadi anak yang harus bekerja demi bisa sekolah.
Hari ini, ia menjadi tenaga kesehatan profesional, pemimpin, dan sosok penggerak di Pro Healthcare.
Perjalanannya mengajarkan kita satu hal penting:
bukan dari mana kita memulai yang menentukan masa depan kita, tetapi keputusan kita untuk terus bertumbuh.
Dan mungkin, perjalanan leadership-mu…
Baru akan dimulai di sini.

